Terselip doa untuk ibu dan ayah ku tercinta
Dimana mereka Kau titipkan energi yang tak pernah lekang karena waktu
Yang tak pernah termakan karena zaman
Dimana mereka Kau taruhkan letupan semangat
Bahkan ketika mereka sedang berduka
Digoyang-goyang nestapa
Lagi-lagi Kau kuatkan mereka
Kau tancapkan hati yang sabar lagi teguh
Bahwa hidup mengajari mereka dewasa
Hingga celah-celah rindu yang kembali Kau titipkan pada jiwa mereka
Tak pernah padam hingga titik jenuh pun ada.
Dan jarak memetakan langkah mereka
Menuju riak-riak rindu
Dan rindu kembali terselip dalam hati mereka
Untukku, untukku, dan untuku anak mereka
Rindu menaksir ada cinta dan sayang di satu titik bagian hati mereka
Untuk ku
Lalu mereka kembali membisikkan kepadaku diam-diam
Hingga suara mereka serak dimakan usia
Bahwa diam-diam mereka ingin menghapus lelah
Bahwa mereka tak ingin aku kecewa
Bahwa mereka tak ingin aku berduka
Aku sedih, aku letih, aku muak, aku jenuh, aku kesal, aku marah, aku gagal, aku cemburu,
aku cemburu Dia lebih mencintai yang lain. Bukan aku.
Kembali terselip sayang dan cinta untuk ayah dan ibuku
Bilang bahwa sepanjang hidup, mereka merindukan aku
*icha kapan pulang, Nak??? Belum tau nih ma.. icha kelarin urusan kampus dulu ya, Ma. *
0.000000
0.000000